Photobucket

Sunday, July 24, 2011

in NEW CAMP with the OLD BREATH


Duhai ia yang selalu kurindukan didalam tawaku
aku sangat merindukannya, amat sangat merindukannya
hingga kini hatiku seakan takan pernah sanggup lagi menuluskan senyum diwajahku...

Duhai ia yang selalu kuratapi didalam tangisku
aku sangat menyayanginya, amat sangat menyayanginya
hingga kini, meski sang waktu telah lama menggusur belaian lembutnya pergi
namun aku masih terus saja memanggil manggil namanya...

Oohh, duhai ia yang telah terbang bersama semua mimpi mimpi indahku
aku sangat mencintainya, amat sangat mencintainya, bahkan mungkin terlalu mencintainya
hingga kini mataku telah buta, telingaku telah tuli, dan hatiku mungkin telah mati...

Aku melihat! tapi mataku telah membutakan aku
Aku mendengar! tapi telingaku telah menulikan aku
Aku merasakan! tapi hatiku telah membekukan aku

Ooh, mataku takan melihat lagi, selain puzzle-puzzle indah bayangannya
Ooh, telingaku takan mendengar lagi, kecuali sisa-sisa samar merdu suaranya
Ooh, hatiku takan merasakan apa-apa lagi, hanya serpihan-serpihan manis dan perih cintanya, dulu...

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

satanic